HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN GAYA KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP KARAKTER DISIPLIN
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN GAYA KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP KARAKTER DISIPLIN
SISWA KELAS V MI ISLAMIYAH SUMUR
TAHUN AJARAN 2019/2020
Moh Taufiqil Aniq
(
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren
Mathali’ul Falah )
ABSTRACT
Moh
Taufiqil Aniq, 16.13.00221, Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education
Department,
Faculty of Tarbiyah IPMAFA, thesis title ‘Level of parental education and teacher
leadership style on the disciplinary character of fifth grade students at MI
Islamiyah Sumur Cluwak Pati, Academic Year 2019/2020. Specifically, this research is
expected to add to the scientific treasures in the world related to the
discipline character of students in school.
The data collection techniques obtained from observation,
questionnaires, and documentation. This study uses field research with
quantitative descriptive research. The instrument trial technique was carried
out on 17 respondents. The instrument validity test uses the product moment
formula while the reliability test uses the Cronbach alpha formula. Analysis
prerequisite test consists of normality test, linearity test. Hypothesis
testing uses simple analysis and multiple comparison analysis. Significance
level of 5%.
The results showed: first, there was no significant
relationship between the educational background variables of parents (X1) with
the discipline character of students (Y) the results of the correlation
coefficient of 0.343 <r table 0.456 ,. Second, the count for the teacher
leadership style (X2) with disciplinary character (Y) is 0.598> rtable
0.456, it can be concluded that there is a significant difference between the
teacher leadership style variable and the student discipline character. Third,
the rcount for parental educational background (X1) with teacher leadership
style (X2) is 0.487> rtable 0.456, so it can be explained that there are
significant differences between the educational background variables of parents
with the teacher leadership style. Fourth, because the sig value of 0.043
<0.05, the educational background of parents (X1) and the teacher leadership
style (X2) simultaneously affect the character of discipline (Y). Meaning:
parents' educational background and teacher leadership style are simultaneous
and significant to the discipline character of fifth grade students of MI
Islamiyah Sumur Academic Year 2019/2020.
Keywords: parental education background, teacher
leadership style, student discipline character.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter
disiplin siswa kelas V MI Islamiyah Sumur Cluwak Pati Tahun Ajaran 2019/2020. Secara teoritis
dengan penelitian ini diharapkan menambah khasanah keilmuan di dunia pendidikan
terutama terkait dengan karakter disiplin siswa di sekolah.
Adapun teknik pengumpulan data yang diperoleh dari
observasi, angket, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian field research.
Teknik uji coba instrumen dilakukan kepada 17 responden. Uji validitas instrument
menggunakan rumus product moment sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus
cronbach alpha. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas, uji
linieritas. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis
korelasi ganda. Tingkat signifikansi ditentukan 5%.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama,
tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pendidikan orang tua
(X1) dengan karakter disiplin
siswa (Y) hasil koefisien korelasi sebesar 0,343 < r tabel 0,456,. Kedua, rhitung
untuk gaya kepemimpinan guru (X2) dengan karakter disiplin (Y)
adalah sebesar 0,598 > rtabel 0,456, maka dapat disimpulkan
terdapat korelasi yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan guru dengan
karakter disiplin siswa. Ketiga, rhitung untuk tingkat pendidikan
orang tua (X1) dengan gaya kepemimpinan guru (X2) adalah
sebesar 0,487 > rtabel 0,456, maka dapat disimpulkan terdapat
korelasi yang signifikan antara variabel tingkat pendidikan orang tua dengan
gaya kepemimpinan guru. Keempat, Karena nilai sig 0,043 <
0,05, tingkat pendidikan orang tua (X1) dan gaya kepemimpinan guru
(X2) secara simultan berpengaruh terhadap karakter disiplin (Y). Artinya: tingkat pendidikan orang tua dan gaya
kepemimpinan guru secara simultan dan signifikan terhadap karakter disiplin
siswa kelas V MI Islamiyah Sumur Tahun Ajaran 2019/2020.
Kata
Kunci : tingkat pendidikan orang tua, gaya kepemimpinan guru, karakter disiplin
siswa.
PENDAHULUAN
Pasal 3 bab II dalam
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.[1]
Menurut Muhibbin Syah,
pendidikan adalah sebuah proses dengan metode tertentu sehingga orang
memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai
kebutuhan.[2] Pada hakikatnya pendidikan memiliki dua tujuan, yaitu membantu manusia agar
menjadi cerdas dan pintar, dan membantu mereka menjadi manusia yang baik.[3] Ada beberapa nilai yang ditanamkan dan dikembangkan pada sekolah di
Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang ada di dalam penguatan pendidikan
karakter dalam pendidikan karakter meliputi nilai-nilai religius, jujur,
toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin
tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif,
cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung
jawab.[4] Pendidikan orang tua menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan
kedisiplinan pada anak. Tingkat pendidikan orang tua adalah tingkat pendidikan
menurut jenjang pendidikan yang telah ditempuh, melalui pendidikan formal di
sekolah berjenjang dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling
tinggi, yaitu dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi.
Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan di kelas V MI Islamiyah Sumur Cluwak Tahun ajaran
2019/2020, Tingkat pendidikan orang tua dibagi menjadi empat tingkatan, untuk orang tua yang lulus SD/MI hanya
berjumlah 11 orang, untuk lulusan SMP/MTs berjumlah 15 orang, dan 7 orang lulus
SMA, sedangkan yang melanjutkan pendidikan sampai jenjang S1 terdapat 2 orang.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendidikan orang tua yaitu
lulusan dari SMP.
Berdasarkan latar belakang
yang telah dipaparkan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
‘’Bagaimana hubungan
tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter
disiplin siswa kelas 5 MI Islamiyah Sumur Cluwak Pati ?.’’
Berdasarkan permasalahan
diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui
adakah hubungan tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru
terhadap karakter disiplin siswa MI
Islamiyah Sumur.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya di dalam bidang
pendidikan dasar mengenai pendidikan orang tua dalam menumbuhkan nilai-nilai
karakter terhadap anak. Selain itu untuk memberikan informasi kepada orang tua
maupun guru dalam rangka membentuk karakter disiplin anak secara optimal. Manfaat bagi sekolah adalah sebagai bahan masukan bagi
lembaga sekolah untuk menerapkan nilai-nilai karakter di sekolah, sehingga
sekolah bisa mengubah perilaku anak ke arah yang lebih baik.
LANDASAN TEORI
Pengertian Tingkat
Pendidikan Orang Tua
Tingkat Pendidikan Orang Tua adalah tingkat pendidikan
menurut jenjang pendidikan yang telah ditempuh, melalui pendidikan formal di
sekolah berjenjang dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling
tinggi, yaitu dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Di dalam penelitian
ini yang dimaksud tingkat pendidikan orang tua adalah pendidikan terakhir yang
ditempuh oleh orang tua siswa kelas V MI Islamiyah Sumur Cluwak. Dengan melihat
tingkat pendidikan tersebut maka kita akan mengetahui seberapa jauh tingkat
pendidikan orang tua siswa.
Pengertian Kepemimpinan
Menurut robbins sebagaimana dikutip oleh Mulyono
kepemimpinan adalah’’Leadership as ability to influence a group toward the
achievement goals’’. Jadi kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi
sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.[5]
Menurut George Terry sebagaimana dikutip oleh Rohmat kepemimpinan adalah
kegiatan yang mempengaruhi orang lain agar mereka mau dan sukarela dalam
bekerja untuk mencapai tujuan kelompok.[6]
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan
kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi,
mengajak, mengarahkan, menasehati, membina, membimbing, melatih, menyuruh,
melarang dengan maksud agar manusia sebagai bagian dari organisasi mau bekerja
dalam rangka mencapai tujuan dirinya sendiri maupun organisasi secara efektif
dan efisien.[7]
Pengertian
Karakter Disiplin
Karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah watak,
tabiat, sifat-sifat kejiwaan akhlak atau budi pekerti. Sedangkan berkarakter
mempunyai arti berwatak, mempunyai kepribadian, mempunyai tabiat.[8]
Menurut Licona sebagaimana dikutip oleh Inayatul Ulya menyatakan bahwa ‘’Character
so conceived has three interrelated parts: moral knowin, moral behavior, moral
feeling’’. Jadi karakter mempunyai tiga ranah atau aspek mengenai moral
yaitu, aspek afektif, kognitif dan psikomotorik.[9]
Karakter merupakan cara berperilaku dan berpikir yang menjadi ciri khas tiap
individu untuk bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan
negara.[10]
Menurut Soegeng Prijodarminto disiplin adalah suatu
kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku
yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan keteraturan dan
ketertiban.[11]
Di dalam kamus bahasa Indonesia di artikan sebagai ketaatan peraturan, tata
tertib meliputi tata tertib di skolah, kemiliteran, dsb.[12]
Disiplin menurut najmuddin dkk adalah sebuah perilaku yang menunjukkan
ketaatan, kepatuhan, ketertiban, keteraturan dalam melaksanakan sesuatu
kegiatan.[13]
Berdasarkan pengertian tersebut maka karakter disiplin
adalah sebuah perilaku yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka melaksanakan
kegiatan sesuai dengan aturan aturan yang telah ditentukan atau disepakati.
METODE PENELITIAN
Jenis
Penelitian dan Sifat Penelitian
Adapun jenis
penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang berusaha secara
maksimal mengungkapkan fakta lapangan dan kuantitatif melalui metode ilmiah
dengan teknik pengumpulan data maupun analisis data yang jelas. Penelitian
lapangan (field risearch) yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan
atau objek penelitian.[14]
Sedangkan sifat penelitiannya adalah deskriptif kuantitatif sesuai dengan
namanya banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,
penafsiran tentang data tersebut, serta penampilan hasilnya.
Pendekatan
Pendekatan
penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik
korelasi dalam mencari hubungan antar variabel.[15]
Peneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment[16]
dengan satu variabel independen dan satu variabel dependen untuk menemukan
jawaban penelitian tentang hubungan tingkat pendidikan orang tua dan gaya
kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin siswa kelas 5 MI Islamiyah Sumur
Cluwak Pati Tahun Ajaran 2019/2020.
Teknik Pengumpulan
Data
Untuk memperoleh data dari lapangan digunakan alat pengumpulan data sebagai
berikut:
1. Angket atau
Kuisioner
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan seperangkat pertanyaan
kepada responden untuk dijawab. Angket juga bisa diartikan daftar pertanyaan
yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan pertanyaan
penelitian.[17]
2. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah
mencari variabel atau data yang berupa catatan, buku, surat kabar, transkip,
majalah, agenda, dan sebagainya.[18]
3. Observasi
Metode observasi yaitu
cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan
dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang
dijadikan sasaran pengamatan.[19]
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil Penelitian
Hubungan Tingkat pendidikan Orang Tua dan Gaya Kepemimpinan Guru terhadap
Karakter Disiplin Siswa Kelas V MI Islamiyah Sumur Tahun Ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan data
tentang Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Gaya Kepemimpinan Guru Terhadap
Karakter Disiplin Siswa kelas V MI Islamiyah Sumur dapat dilihat dari hasil
angket yang peneliti sebarkan pada responden.
Pembahasan
Penelitian ini dilakukan di MI Islamiyah Sumur Cluwak pada siswa kelas V
dengan jumlah 17 siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter
disiplin siswa kelas V MI Islamiyah Sumur Cluwak Pati. Dilihat dari data
menunjukkan tingkat pendidikan orang tua lulusan SD/MI berjumlah 11 responden
dengan skor 31,43 %, lulusan SMP/MTs berjumlah 15 responden dengan skor 42,86
%, lulusan MA/SMA berjumlah 7 responden dengan skor 20 %, dan lulusan S1
berjumlah 2 responden dengan skor 5,71 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa
rata-rata pendidikan orang tua siswa MI Islamiyah Sumur Cluwak Pati lulus pada
tingkat SMP/Mts dengan jumlah 15 responden.
Dari hasil penghitungan data pada tabel 4.10 gaya
mengajar otoriter dengan berjumlah 86,52 % sedangkan demokratis skor total
78,68 % dan laissez faire dengan total skor 72,98 %. Dapat disimpulkan bahwa
guru yang mengajar di kelas V MI Islamiyah Sumur Cluwak dominan dengan gaya
kepemimpinan otoriter.
Berdasarkan analisis data hasil penelitian di kelas V MI
Islamiyah Sumur diketahui nilai rhitung untuk hubungan tingkat
pendidikan orang tua (X1) dengan karakter disiplin (Y) adalah
sebesar 0,343 < r tabel 0,456, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan
yang signifikan antara variabel tingkat pendidikan orang tua dengan karakter
disiplin siswa. Ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Vinni
Agusti Anggraini dengan hasil pendidikan orang tua berpengaruh terhadap
karakter siswa kelas V SD Negeri Kateguhan 2 Kecamatan Tawangsari Kabupaten
Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. Dengan dibuktikan Hasil analisis data
dengan taraf signifikansi 5% diperoleh t hitung > t tabel yaitu 12,57 >
1,703. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Heriyunita menunjukkan hasil
yang positif dan signifikan tingkat pendidikan orang tua dengan hasil belajar
siswa, hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung sebesar 0,453
lebih besar dari ttabel 0,355.
Selanjutnya, rhitung untuk gaya kepemimpinan
guru (X2) dengan karakter disiplin (Y) adalah sebesar 0,598 > rtabel
0,456, maka dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara variabel
gaya kepemimpinan guru dengan karakter disiplin siswa. Hal tersebut sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh
Rahayu dengan judul Pengaruh Kepemimpinan Guru Terhadap Kedisiplinan Belajar
Siswa Di SMA Negeri 17 Gowa menunjukkan hasil thitung sebesar 3,652
lebih besar dari pada nilai tabel distribusi dengan nilai 1,144 dengan taraf
signifikan sebesar 5% (3,652 > 1,144) = (thitung > ttabel)
berarti ada pengaruh kepemimpinan guru terhadap kedisiplinan belajar siswa di
SMA Negeri 17 Gowa. Selain itu penelitian milik Fransiskus Jonet Prihandoko
menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan
guru dengan pengelolaan kelas dengan tingkat keyakinan 95%. Penelitian yang
mendukung dengan penelitian ini selanjutnya adalah penelitian milik Ratna Sari
Agustina bahwa gaya kepemimpinan situasional guru dalam pembelajaran ada
hubungan positif terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Se Gugus
Minomartani, Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari
nilai sig yaitu 0,000 < 0,05.
Selanjutnya, r hitung untuk tingkat pendidikan orang tua
(X1) dengan gaya kepemimpinan guru (X2) adalah sebesar
0,487 > r tabel 0,456, maka dapat disimpulkan terdapat korelasi yang
signifikan antara variabel tingkat pendidikan orang tua dengan gaya
kepemimpinan guru.
Dengan hasil diatas hubungan variabel tingkat pendidikan
orang tua dengan karakter disiplin siswa yang bernilai negatif, maka dapat
disimpulkan bahwa semakin tinggi pendidikan orang tua belum menjamin karakter
disiplin anak akan menjadi baik, Sedangkan hubungan gaya kepemimpinan guru
terhadap karakter disiplin siswa bernilai positif, maka dapat disimpulkan bahwa
gaya kepemimpinan guru ketika mengajar dikelas maupun diluar kelas terdapat
hubungan terhadap karakter didiplin siswa.
Berdasarkan penghitungan statistik diketahui besarnya
hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap karakter disiplin siswa
yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,601, hal ini menunjukkan
pengaruh yang kuat. Sedangkan nilai sig adalah 0,043. Karena nilai sig 0,043 <
0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengankata lain
tingkat pendidikan orang tua (X1) dan gaya kepemimpinan guru (X2)
secara simultan berpengaruh terhadap karakter disiplin (Y). Sedangkan
kontribusi atau sumbangan secara simultan variabel tingkat pendidikan orang tua
dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin adalah 36,1 % sedangkan
63,9 % ditentukan oleh variabel lain. Diperkuat oleh hasil penelitian yang
dilakukan oleh Vinni Agusti Anggraini hasil koefisien determinasi yaitu 0,8515
sehingga variabel pendidikan orang tua memberikan pengaruh sebesar 85,15 %
sedangkan 14,85% dipengaruhi oleh variabel yang lain.
PENUTUP
Kesimpulan
Pembahasan skripsi tentang hubungan tingkat pendidikan orang tua dan gaya
kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin siswa kelas V MI Islamiyah Sumur
Cluwak Pati, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
yang diperoleh peneliti tentang hubungan tingkat pendidikan orang tua dan gaya
kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin siswa, dapat ditarik kesimpulan
bahwa, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan
orang tua dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin siswa kelas V
MI Islamiyah Sumur tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan, terlihat bahwa tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan
guru berhubungan signifikan dengan karakter disiplin siswa. Hal tersebut dapat
dilihat dari nilai sig 0,043 < 0,05.
2.
Sedangkan kontribusi atau sumbangan secara
simultan variabel tingkat pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru
terhadap karakter disiplin adalah 36,1 % sedangkan 63,9 %
ditentukan oleh variabel lain.
Dari hasil analisis dan kesimpulan, terdapat beberapa
saran sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan yang bersangkutan
untuk menciptakan gaya kepemimpinan yang tepat dalam meningkatkan karakter
disiplin siswa yaitu sebagai berikut:
1. Kepada guru, dengan adanya penelitian tentang gaya kepemimpinan, guru
hendaknya menyadari gaya kepemimpinan mana yang tepat untuk di gunakan dalam
mendampingi siswa di sekolah.
2. Kepada kepala sekolah, dengan adanya pengaruh yang signifikan hubungan
gaya kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin, maka perlu diperhatikan gaya
kepemimpinan apa yang tepat yang harus di terapkan para guru di sekolahan
tersebut.
3. Kepada peneliti selanjutnya, adapun beberapa saran yang perlu
diperhatikan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti tentang tingkat
pendidikan orang tua dan gaya kepemimpinan guru terhadap karakter disiplin
siswa adalah:
a. Peneliti selanjutnya
diharapkan lebih mempersiapkan diri dalam proses pengambilan dan pengumpulan
data, sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Penutup
Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Puji syukur atas kehadirat
Allah SWT, yang telah memberikan kenikmatan, kesehatan, dan juga kesempatan
kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa dalam
skripsi ini masih terdapat hanyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu
peneliti mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun.
Serta peneliti berharap semoga skripsi ini dapat berguna sekaligus bermanfaat
bagi semua pihak dan masyarakat secara umum. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta,
2006
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta: Pusat Bahasa,2008.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research III,
Yogyakarta: Andi Offset, 2002.
Mulyono, Educational Leadership,
Cetakan I, Malang: UIN Malang Press, 2009.
Najmuddin, dkk, Program Kedisiplinan Siswa di
Sekolah. Jurnal Edukasi Islam Jurnal Pendidikan Islam Nomor. II/VIII/2019.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun
2017, Tentang Penguatan Pendidikan
Karakter Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI, 2017.
Rohmat, Kepemimpinan Pendidikan Konsep dan Aplikasi,
(Purwokerto: STAIN Press, 2010.
Sudijono, Anas, Pengantar
Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Grafindo Persada, 2008.
Sudrajat,
Ajat, ‘’Mengapa Pendidikan Karakter?’’, Jurnal
Pendidikan Karakter, Nomor. I/X/2011.
Sugiyono, Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung: CV Alfabeta, 2009.
Suradi, Pembentukan Karakter Siswa melalui
Penerapan Disiplin Tata Tertib Sekolah, Jurnal
Riset dan Konseptual, Nomor, IV/II/2017.
Syah, Muhibbin, Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008,
Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, DEPDIKBUD Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka,
1999.
Ulya, Inayatul, Pendidikan Sensitif Gender
Internalisasi Karakter Sensitif Gender dalam Kurikulum Pendidikan, Yogyakarta:
Cantrik Pustaka, 2018.
Undang-undang No 20
Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan
Nasional, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI, 2013.
Yasin, Fatah, Penumbuhan Kedisiplinan Sebagai
Pembentukan Karakter Peserta Didik Di Madrasah, Jurnal El-Hikmah.
Yaumi,
Muhammad dan Damopoli, Muljono, Action Research : Teori, Model, & Aplikasi,
Jakarta: Kencana, 2014.
[1]Undang-undang No 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional RI, 2013), hlm. 3.
[2] Muhibbin Syah, Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2008), hlm.10.
[3] Ajat Sudrajat,’’Mengapa…,
hlm. 47
[4] Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun
2017, Tentang Penguatan Pendidikan
Karakter (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI, 2017)
[5] Mulyono, Educational…, hlm. 2.
[6] Rohmat, Kepemimpinan Pendidikan Konsep dan Aplikasi, (Purwokerto: STAIN
Press, 2010), hlm. 42.
[7] Mulyono, Educational Leadership, Cetakan I, (Malang: UIN Malang
Press, 2009), hlm. 3.
[8] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat
Bahasa,2008), hlm. 639.
[9] Inayatul Ulya, Pendidikan Sensitif Gender Internalisasi Karakter Sensitif
Gender dalam Kurikulum Pendidikan, (Yogyakarta: Cantrik Pustaka, 2018), hlm.
93.
[10] Suradi, Pembentukan Karakter Siswa melalui Penerapan Disiplin Tata Tertib Sekolah, Jurnal Riset dan
Konseptual, Nomor, IV/II/2017, hlm. 524.
[11]Fatah Yasin, Penumbuhan Kedisiplinan Sebagai Pembentukan Karakter Peserta
Didik Di Madrasah, Jurnal El-Hikmah, hlm. 124.
[12] Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, DEPDIKBUD Kamus
Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999), hlm. 237.
[13] Najmuddin, dkk, Program Kedisiplinan Siswa di
Sekolah. Jurnal Edukasi Islam Jurnal Pendidikan Islam Nomor. II/VIII/2019, hlm, 186.
[14] Suharsimi Arikunto, Prosedur..., hlm. 11.
[15] Sugiyono, Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: CV Alfabeta,
2009), hlm. 76.
[16] Sutrisno Hadi, Metodologi Research III, (Yogyakarta: Andi Offset,
2002), hlm. 273.
[17] Muhammad yaumi dan Muljono Damopoli, Action Research : Teori, Model, & Aplikasi, (Jakarta:
Kencana, 2014), hlm. 126.
[18] Suharsimi Arikunto, Prosedur...,
hlm. 201.
[19]Anas Sudijono, Pengantar
Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Grafindo Persada, 2008), hlm. 76.


Post a Comment for "HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN GAYA KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP KARAKTER DISIPLIN"